Judul Buku: Seni Tinggal di Bumi
Penulis : Farah Qoonita
Penerbit : Kanan Publishing
Tahun Terbit : 2018
Tebal Halaman : VI + 178 halaman

“Karena kita tinggal di kerajaanNya, ketahui seni tinggal di sana.”

Farah Qoonita

Sinopsis Buku

Buku dengan judul Seni Tinggal di Bumi ini merupakan kumpulan tulisan Farah Qoonita yang pernah ia bagikan melalui media sosialnya. Terdapat 67 tulisan yang dikelompokkan menjadi enam tema besar dengan beberapa tulisan lepas yang tidak saling berhubungan, sehingga dapat dibaca secara acak.

Di bagian pembuka, Bagaimana Puluhan Ribu Kata dalam Buku ini Tercipta, penulis menjelaskan tujuan pembuatan buku, latar belakang ide tulisan serta sinopsis ringkas tentang isi buku.

Bagian pertama, Seni Melangkah di Bumi, terdiri dari 19 tulisan yang disajikan dalam bentuk opini maupun cerita pendek berisi tentang fenomena sehari-hari. Seperti pada salah satu tulisan dengan judul Memilih Kelok. Penulis menganalogikan fenomena air yang hanya mengalir ke tempat rendah tanpa bisa berpikir. Hingga akhirnya ia berbelok ke tempat yang kotor karena tempat tersebut lebih rendah dibanding lingkungan sekitarnya. Namun, manusia bukan air. Allah memberikan kemampuan pada manusia untuk berpikir.

Bagian kedua, Tentang Hati yang Ingin Dicintai, terdiri dari 12 tulisan tentang cara-cara yang seharusnya dilakukan untuk mengkondisikan hati agar tidak gampang baper dan bersikap sewajarnya. Pada beberapa tulisan, penulis memaparkan kisah-kisah Nabi Muhammad dan para sahabatnya yang dijamin menguras hati.

Bagian ketiga, Tentang Perempuan, terdiri dari 6 tulisan yang mewakili perasaan perempuan, khususnya dalam perspektif Islam. Berisi nasihat yang sebaiknya dilakukan agar menjadi perempuan yang paling bahagia sesuai perintahNya.

Bagian keempat, Manusia Langit, terdiri dari 5 tulisan tentang kisah Nabi Muhammad dan para sahabat nan agung. Kisah tersebut kemudian dikaitkan dengan fenomena yang terjadi saat ini. Seperti pada The Real Leader yang mengisahkan tentang sosok pemimpin yang ideal. Penulis menceritakan kondisi pemimpin saat ini dan menyajikan kisah kekhalifahan Umar bin Khattab sebagai pembanding. Banyak hikmah yang dapat diambil dan dijadikan renungan untuk memperbaiki kondisi.

Bagian kelima, Dunia di Sekitarmu, terdiri dari 11 tulisan yang menggambarkan perjuangan rakyat Palestina membebaskan tanah mereka dari serangan Israel serta cerita perjuangan Islam pada masanya. Tulisan didominasi cerita pendek, sehingga meningkatkan imajinasi pembaca dalam merasakan perjuangan mereka.

Bagian keenam, Menapaki Keabadian, terdiri dari 14 tulisan yang umumnya menceritakan tentang persiapan kematian agar diridhoi Allah. Tulisan paling menyentuh ada pada Kisah Kita. Diceritakan tentang keadaan ummat Islam pada hari akhir serta pertemuannya dengan Rasulullah di surga nanti.

Kelebihan Buku:

  • Desain cover buku dan pembungkus buku menarik
  • Tulisan tergolong singkat dan ringkas sehingga pembaca tidak mudah bosan
  • Pemilihan diksi yang beragam
  • Terdapat beberapa kisah Rasul dan para sahabat
  • Fenomena yang diangkat sangat berkaitan dengan keadaan saat ini
  • Dapat mengaduk-aduk emosi pembaca hingga menitikkan air mata

Kekurangan Buku:

  • Tidak terdapat keterangan buku seperti penerbit, penyunting, tahun terbit dan sejenisnya
  • Tidak terdapat profil penulis. Hanya terdapat info media sosial penulis dan penerbit pada sampul belakang
  • Masih terdapat kesalahan penulisan tetapi tidak banyak
  • Meskipun telah dikelompokkan dalam tema besar, namun terdapat beberapa tulisan yang acak sehingga banyak pengulangan dan kesamaan inti cerita

Kesimpulan

Buku ini sangat direkomendasikan untuk pembaca yang senang mengaitkan satu fenomena dengan fenomena lain. Khususnya mengaitkan hikmah Sirah Nabawiyah dengan fenomena yang terjadi saat ini. Hampir sebagian besar tulisan dalam buku ini mengutip hikmah dari Sirah Nabawiyah. Sangat cocok untuk generasi milenial karena bahasanya yang mudah dimengerti.

Penutup

Sekian resensi buku kali ini. DItunggu kritik dan saranny. Semoga bermanfaat!

Happy reading and keep writing!