Hallo, fellas :):):) Bagaimana kabarnya? Sehat? Masih semangat meraih mimpi, kan? Harus!!!

Baiklah, seperti yang sudah saya tuliskan di postingan kemarin (24/07/2016) Selamat Datang Mahasiswa Baru (Lagi), saya akan berbagi pengalaman mengikuti ujian masuk pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB), khususnya Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL). Oke, tanpa banyak basa-basi, bekicot!

Setelah membaca semua persyaratan mengikuti ujian masuk pascasarjana ITB, saya pun melengkapinya satu per satu. Tanggal pendaftaran online dimulai tanggal 12 Februari – 17 April 2016. Pada awalnya saya masih ragu untuk mendaftar tes karena rencana selepas wisuda saya ingin langsung kerja. Namun, orangtua merestui untuk melanjutkan ke tingkat S2. Hmmm, maaf ya jadi curcol 😂😂😂

Oke, kita lanjut ke intinya saja ya. Jadilah pada hari H tes pertama, yaitu tes ELPT (English Language Proficiency Test) yang diselenggarakan di Pusat Bahasa ITB. Saya mengikuti tes ELPT pada hari Jumat, 8 April 2016 pukul 13.30 WIB. Tes ELPT ini terdiri dari tiga tahap, sama dengan tes prediksi TOEFL ada umumnya, terdiri dari Listening, Structure dan Reading. Seperti biasa, saya sangat lemah di listening. Ditambah lagi listening di ELPT ini berbeda dengan TOEFL prediction yang pernah saya ikuti sebelumnya. Dimana pada ELPT ini pertanyaan dan jawabannya langsung disampaikan oleh speaker untuk beberapa nomor. Jadi, mesti waspada ya! Jangan sampai terkecoh! Singkat cerita, alhamdulillah saya mendapat skor 97. Sempat hopeless karena merasa tidak maksimal, akan tetapi Allah berkehendak lain ☺

Tes kedua yaitu tes TPA, yang diselenggarakan pada tanggal 23 April 2016, di kampus ITB. Kebetulan saya mendapat tempat di ruangan Teknik Sipil. Saya sarankan sebelum tes sarapan dulu ya, karena tes TPA ini berlangsung nonstop lebih kurang 3 jam WKWKW. Untuk tes TPA, hasilnya dikirim ke alamat masing-masing dan diposting ke website. Alhamdulillah, hasil skor TPA saya melewati batas minimal untuk pendaftaran pascasarjana ITB 🙂

Tes terakhir yaitu tes tertulis dan wawancara, yaitu pada tanggal 24 April 2016, bertempat di ruangan prodi Teknik Lingkungan ITB. Untuk tes tertulis bidangnya kalau menurut saya itu ya Teknik Lingkungan yang secara umum, seperti tentang pengolahan air, udara, sampah, AMDAL apalagi ya. Hitungan ada ga, Kak?? Tenang, ga ada wkwk. Jadi, saran saya untuk yang berasal dari jurusan diluar Teknik Lingkungan ada baiknya untuk membaca materi dasar yang berhubungan dengan Teknik Lingkungan. Akan tetapi yang berasal dari TL juga mesti tetep baca, lho! Ga boleh males hehe. Alhamdulillah, kedua tes berjalan lancar 🙂

Setelah menjalani serangkaian tes, akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke kampung halaman, Payakumbuh. Rehat sejenak dari hiruk pikuk ibu kota. Hampir setiap selesai solat saya berdoa, berharap yang terbaik kepada sang Maha Kuasa. Hingga hari itu tiba, pengumuman kelulusan pascasarjana ITB, 20 Mei 2016. Dengan jantung berdegup kencang, napas kempot-kempot, saya pun memasukkan nomor registrasi dan password pada website pendaftaran. TARAAA!!! Belum keluar hasilnya. Asem! Saya terus mencoba setiap saat, tetapi nihil. Akhirnya saya pun menyerah dan menunggu esok hari.

Hingga salah satu temanku memberi kabar bahwa hasil tes sudah keluar, saya pun segera melihatnya kembali. Alhamdulillaj wa syukurillah, saya mendapat LOA diterima sebagai mahasiswa baru pascasarjana prodi Teknik Lingkungan, FTSL-ITB. Seperti mimpi! Saya tidak langsung memberitahukan berita bahagia ini kepada kedua orang tua saya. Saya ingin memberi kejutan karena pada hari itu tepat ulang tahun mama yang ke-46. Saya pun pamit ke tempat Nek Pi (adik nenek) untuk mencetak LOA tersebut dan memasukkannya ke dalam amplop yang saya selipkan di dalam kotak hadiah ulang tahun mama. Dan pada saat membuka amplop tersebut, wajah mama terlihat sumringah. Saya pun berusaha untuk tetap cool agar air mata ini tidak tumpah. Cool banget pokoknya!

Hikmah of the story: Manusia yang ingin sukses, sudah sewajarnya merancang masa depan, menentukan strategi, menetapkan langkah, akan tetapi sebaik-baik rencana manusia, Allah pasti memiliki rencana yang jauh lebih indah 🙂

Sekian postingan saya tentang pengalaman mengikuti tes pascasarjana ITB, mohon maaf jika ada kata yang salah, semoga dapat membantu teman-teman yang membutuhkan. Jika ada pertanyaan, silakan tinggalkan jejak 🙂

@moedchu_